Proses Pembuatan Tissue

Proses Pembuatan Tissue

Kertas secara tradisional didefinisikan sebagai lembaran yang ditekan pada penyaringan dari larutan fiber. Produk kertas saat ini umumnya sama dengan definisi tersebut, tetapi produk kertas kebanyakan juga mengandung materi aditif non serat. Kertas atau yang dalam bahasa Inggris disebut paper diturunkan dari nama sebuah tanaman, papyrus. Orang Mesir kuno memproduksi material pertama yang digunakan untuk menulis dengan cara mengepres lapisan batang secara bersamaan. Materi utama pembuat kertas merupakan pulp. Serat pulp biasanya berawal dari tumbuhan (Fauzie, 2012).

Proses Pembuatan Tissue
Proses Pembuatan Tissue

Kertas merupakan lembaran yang terdiri dari serat-serat selulosa yang saling tempel-menempel dan jalin-menjalin. Pada beberapa jenis kertas tertentu ditambahkan beberapa materi penolong berupa zat organik atau anorganik pada umumnya.

Materi-Materi Pembuatan Kertas
Materi-materi pembuatan kertas terdiri dari tiga komponen yaitu materi baku, materi pembantu dan materi pelengkap. Materi baku merupakan materi utama pembuatan kertas. Materi baku diubah hingga menajdi barang baru yang mempunyai wujud dan sifat berlainan dari materi asalnya. Materi pembantu merupakan materi-materi yang dibutuhkan untuk duniabetting188 memperlancar pembuatan kertas. Materi pelengkap merupakan materi-materi yang dibutuhkan dalam proses pembuata kertas agar memperoleh hasil yang baik tanpa materi pelengkap kertas yang dihasilkan banyak mengandung cacat dan tidak sempurna.

Materi Baku
Materi baku kertas dari tanaman yang banyak mengandung serat seperti : jerami padi, bamboo, tebu, rumput-rumputan, jute, manila, rosella, murbai, kapas, lena dan jenis tanaman-tanaman lainnya yang cukup banyak tersedia di alam. Batang-batang kayu pun digunakan sebagai materi baku. Hampir semua jenis kayu baik kayu keras maupun lunak tanpa kecuali dapat dijadikan materi baku kertas. Karena kayu mempunyai komposisi selulosa cukup banyak (40-45 %) (JF Dumanauw, 1984). Seperti yang anda ketahui selulosa merupakan komponen utama pembuatan kertas.

Proses pembuatan kertas tissue
Kertas tissue dihasilkan oleh mesin pencetak kertas dengan menggunakan sebuah silinder pengering berukuran besar yang mengalirkan panas dari uap (yankee dryer) dan dilengkapi dengan hood udara panas. Materi baku yang digunakan dalam proses ini merupakan bubur kertas (paper pulp). Silinder yankee disemprot dengan perekat yang bertujuan untuk merekatkan lapisan kertas. Proses creping dilakukan dengan menggunakan bilah perata (doctor blade) pada mesin yankee yang akan mengikis kertas kering yang menempel pada permukaan silinder. Kerutan yang timbul (crinkle atau crêpe) diatur oleh kekuatan materi perekat, bentuk geometris dari doctor blade, perbedaan kecepatan yang terjadi di antara yankee dan bagian akhir dari mesin kertas, serta karakteristik bubur kertas yang digunakan.

Kertas di definisikan sebagai lembaran yang terbuat dari serat yang berawal dari campuran air dengan serat yang kemudian dibentuk pada saringan halus, sedangkan menurut stenter nasional Indonesia kertas merupakan lembaran yang terbuat dari serat selulosa alam atau buatan yang mengalami penggilingan di tambah materi tammateri yang saling temple menempel dan jalin menjalin. kertas pada proses pembuatannya dapat dibedakan menjadi proses asam dan proses basa.

Materi baku

Pada umumnya materi baku untuk pembuatan kertas terdiri dari tiga jenis serat, yaitu serat kayu, serat non kayu dan serat sekunder atau serat hasil daur ulang kertas bekas, dalam penggunaanya serat sekunder merupakan materi pengganti daripada serat kayu ataupun serat non kayu, dimana serat kayu paling banyak digunakan.

Struktur serat kayu terdiri dari lapisan dinding primer, dinding sekunder 2 lapis (s1,s2) dan terakhir lapisan sekunder s3, dinding primer merupakan lapisan paling luar dari serat, lapisan ini amat tipis sekali dan amat sulit dilihat dengan mikroskop, dinding s1 merupakan lapisan tipis yang mempunyai membrane terdiri dari 2 lapisan fibril yang melingkar menyerupai  spiral dalam 2 arah yang berlawanan biasanya membentuk sudut 65. Komponen yang terdapat dalam serat amatlah kompleks secara fisik ataupun secara kimianya, komposisi selulosa, hemiselulosa dan lignin untuk setiap sifat/jenis serat yang berbeda menunjukan sifat fisik atau kimia yang berbeda pula.

NBKP

Nbkp merupakan pulp yang dihasilkan dari pemasakan kayu secara kimia yaitu dengan proses kraft yang diputihkan dan materi baku yang digunakan berawal dari kayu berdaun jarum, kayu berdaun jarum mempunyai serat yang digunakan sebagai materi dasar untuk pembuatan kertas dimana panjang serat dari jenis kayu ini berkisar 3-7 mm. pada penammaterinya menghasilkan kertas yang kuat, karena kertas tersebut mempunyai ketahanan sobek yang tinggi, dalam batas tertentu memberikan kekuatan Tarik, kekuatan retak dan kekuatan lipat yang tinggi.

LBKP

Lbkp merupakan pulp yang dihasilkan dari pemasakan kayu secara kimia yaitu dengan proses kraft yang diputihkan dan materi baku yang digunakan berawal dari kayu berdaun lebar, kayu berdaun lebar memiliki serat yang cukup tinggi atas dasar volume, dan mempunyai panjang serat berkisar 1-2 mm dimana seratnya mempunyai dinding yang cukup tebal, mempunyai kekuatan sobek yang tinggi, permukaan kertas kasar dan kekuatan Tarik, lipat kertas rendah.

Materi pengisi

Materi pengisi butuh ditambahkan pada pembuatan kertas guna mendapatkan sifat sifat tertentu juga sebagai pengganti serat, secara umum keuntungan materi pengisi yaitu dapat meningkatkan opasitas, derajat putih, memperbaiki permukaan kertas dan memperbaiki sifat cetak,memperbaiki daya absorpsi dan menaikkan densitas.

Sizing atau pendarihan

Pendarihan merupakan suatu proses dimana pada saat penammateri materi kimia pada pulp sehingga kertas yang dibuatakan tahan basah dan tahan terhadap penetrasi air, dikenal ada dua jenis sizing yaitu internal sizing dan surface sizing, surface sizing lebih penting daripada internal sizing terutama untuk kertas tulis, kertas cetak dan kertas bungkus dengan syarat tertentu, sizing merupakan suatu factor dalam kertas cetak, bungkus yang amat penting memiliki ketahanan terhadap lemak, minyak dan air, dengan adanya sizing cenderungmenyebabkan kekuatan Tarik, retak dan derajat putih akan turun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *